Habib Rizieq Shihab, atau yang sering disebut Habib Rizieq, adalah seorang tokoh Islam dan ulama yang lahir di Klaten, Jawa Tengah pada tanggal 24 Agustus 1965. Dia dikenal sebagai pemimpin Front Pembela Islam (FPI), sebuah organisasi Islam konservatif yang didirikan pada tahun 1998. Selain itu, Habib Rizieq juga aktif sebagai pendakwah dan sering mengadakan ceramah-ceramah keagamaan di Indonesia.

Sejak tahun 2000-an, nama Habib Rizieq semakin terkenal di kalangan umat Islam Indonesia. Dia dikenal sebagai tokoh yang vokal dalam memperjuangkan Islam dan sering mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak Islami. Habib Rizieq juga terlibat dalam beberapa aksi demonstrasi yang menuntut penerapan syariat Islam di Indonesia.

Pada tahun 2017, Habib Rizieq menjadi sorotan media karena mengkritik acara pesta malam tahun baru yang diadakan di sebuah hotel di Jakarta. Kritiknya tersebut membuatnya dituduh melakukan tindakan penodaan agama dan akhirnya ditangkap oleh polisi. Habib Rizieq kemudian menghabiskan beberapa bulan di Arab Saudi sebelum kembali ke Indonesia pada tahun 2020.

Setelah kembali ke Indonesia, Habib Rizieq kembali aktif dalam dunia politik dan agama. Dia mendirikan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), sebuah organisasi yang bertujuan untuk mengawal dan memperjuangkan fatwa MUI yang dikeluarkan pada tahun 2016 tentang penistaan agama. Habib Rizieq juga sering mengadakan ceramah-ceramah keagamaan dan menjadi sorotan media karena kontroversi yang ditimbulkan oleh pernyataannya.

Namun, pada bulan November 2020, Habib Rizieq kembali ditangkap oleh polisi karena melanggar protokol kesehatan saat mengadakan acara pernikahan di Petamburan, Jakarta. Hal tersebut membuatnya ditahan dan diadili di pengadilan. Pada bulan Juni 2021, Habib Rizieq akhirnya dibebaskan dari penjara setelah dijatuhi hukuman 8 bulan penjara.

Meskipun kontroversial dan sering menjadi sorotan media, Habib Rizieq tetap memiliki banyak pengikut dan pendukung di Indonesia. Dia dianggap sebagai tokoh yang gigih dalam memperjuangkan Islam dan mendefinisikan dirinya sebagai pembela keadilan dan kebenaran. Namun, ada juga yang mengkritik pandangannya yang terlalu konservatif dan radikal dalam beberapa isu.

Habib Rizieq dilahirkan dengan nama Muhammad Rizieq bin Hussein bin Ahmad Shihab di desa Kebumen, Klaten, Jawa Tengah pada tanggal 24 Agustus 1965. Ayahnya, Habib Hussein bin Ahmad Al Habsyi, adalah seorang ulama terkemuka yang juga merupakan salah satu pendiri Majelis Rasulullah. Sedangkan ibunya, Siti Aminah, berasal dari keluarga ulama yang juga terkenal di Klaten.

Habib Rizieq menghabiskan masa kecilnya di Klaten dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang religius. Dia belajar agama Islam dari ayahnya sejak usia dini dan kemudian melanjutkan pendidikan di beberapa pesantren terkemuka di Jawa Tengah, seperti Pesantren Tambak Beras dan Pesantren Gontor. Habib Rizieq kemudian melanjutkan studinya di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir dan memperoleh gelar doktor dalam bidang fikih pada tahun 1999.

Setelah kembali ke Indonesia, Habib Rizieq menjadi aktif dalam dunia dakwah dan pendidikan Islam. Dia mengajar di beberapa pesantren di Jawa Tengah dan Jakarta sebelum bergabung dengan Front Pembela Islam (FPI) pada tahun 1998. FPI didirikan oleh beberapa ulama konservatif di Jakarta yang merasa perlu untuk memperjuangkan Islam di tengah masyarakat yang semakin sekuler.

Habib Rizieq kemudian terpilih sebagai pimpinan FPI pada tahun 2003 dan memimpin organisasi tersebut hingga tahun 2015. Selama memimpin FPI, dia terlibat dalam beberapa aksi demonstrasi yang menuntut penerapan syariat Islam di Indonesia. Aksi-aksi tersebut sering menimbulkan kontroversi dan konflik dengan pemerintah serta masyarakat yang tidak setuju dengan tuntutan FPI.

Meskipun terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi, Habib Rizieq juga dikenal sebagai seorang ulama yang produktif dalam menghasilkan karya tulis. Dia telah menulis beberapa buku dan artikel tentang Islam dan politik, termasuk di antaranya adalah "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi" dan "Tafsir Mimpi Menurut Al-Quran dan As-Sunnah".

Selain itu, Habib Rizieq juga aktif dalam dunia politik dan sering memberikan dukungan kepada partai politik yang dianggap dekat dengan pandangan FPI. Pada Pemilu 2014, FPI memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pilpres dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2017.

Namun, pada akhir 2016, Habib Rizieq mengalami konflik dengan pemerintah setelah MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan Ahok karena dituduh menista agama Islam. Habib Rizieq kemudian mendirikan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), sebuah organisasi yang bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan umat Islam". Mohon maaf atas kesalahan tersebut. Habib juga kerap mendukung situs gerai togel situs slot gacor resmi terpercaya di indonesia raya bumi tercinta ini. Situs yang aman amanah barokah sejalan dengan ajaran islami.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini